Jepang Memperkenalkan Jaringan Pembayaran Crypto Global Mirip SWIFT

Selagi Facebook berupaya meluncurkan cryptocurrency milik sendiri dan berusaha agar pemerintah AS menyetujui keputusan itu, Jepang mengubah permainan sepenuhnya. Menurut laporan terkini dari Reuters, negara tersebut sedang mengembangkan jaringan internasional untuk pembayaran cryptocurrency menggunakan SWIFT sebagai templat.

Japan Menyelesaikan Masalah Crypto Terbesar

Masalah utama regulator keuangan utama dengan crypto adalah kurang transparan. Contohnya, pernyataan dari Treasury Secretary AS, Steven Mnuchin:

"Cryptocurrency seperti bitcoin telah dieksploitasi untuk mendukung miliaran dollar aktivitas gelap seperti kejahatan siber, menghindari pajak, pemerasan, ransomware, obat-obatan terlarang, dan perdagangan manusia."

Ia menambahkan bahwa Libra milik Facebook “bisa disalahgunakan oleh para pencuci uang dan pendana terorisme.”

Solusi Jepang ditujukan guna menyelesaikan masalah ini, menyediakan cara yang jelas dan andal untuk melakukan pembayaran memakai cryptocurrency. Financial Action Task Force (FATF) dikatakan telah menyetujui rencana Jepang ini di bulan Juni. Jaringan ini awalnya diusulkan oleh Kementerian Keuangan dan Lembaga Jasa Keuangan Jepang. Jaringan ini direncanakan untuk diluncurkan dalam lima tahun.

Dengan Tangkas Mengacaukan Jaringan Pembayaran yang Sudah Ada

SWIFT adalah jaringan yang digunakan institusi keuangan untuk mengirim dan menerima informasi tentang transaksi keuangan. Jaringan didirikan tahun 1973 dan sejak itu merupakan pemain utama satu-satunya dalam komunikasi interbank, melayani lebih dari 32 juta pesan per hari. Namun, jaringan hanya bekerja dengan uang fiat.

Solusi baru Jepang menyasar untuk mengambil struktur internal SWIFT dan mengadaptasinya untuk crypto, yang akan memberi legalitas yang sudah lama dibutuhkan oleh pasar. Tentu saja ini melanggar idealisme kebebasan cryptocurrency, namun juga akan mencegah masalah seperti Mt. Gox yang diretas bulan Februari 2014 dan kehilangan miliaran USD milik nasabahnya.

Jepang tidak sendirian dengan ambisinya. Libra milik Facebook telah menantang FSA sejak awal tahun ini dan akan menjadi topik hangat selama pertemuan G7 di Prancis. Hal ini tergantung pada para menteri keuangan untuk mendiskusikan bagaimana negara mereka akan bergerak maju, tapi sejauh ini baik AS maupun Jepang tidak berencana mundur.

JustForex, 22.07.2019

Artikel ini mencerminkan pendapat pribadi dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai saran investasi, dan/atau penawaran, dan/atau permohonan untuk melakukan transaksi keuangan, dan/atau jaminan, dan/atau ramalan peristiwa yang akan datang.

Buka Akun

Dapatkan Analisis Gratis

* bidang wajib diisi
Artikel Terakhir
Semua Artikel